I DON’T KNOW HOW LONG I CAN STAND THIS

Image

Jika membuka mata adalah suatu kesalahan yang menyebabkan orang lain terluka, bagaimana jika menutup mata saja…untuk selamanya?

Aku menatap sendu pantulan diriku di cermin. Mataku, hidungku, pipiku, semua bagian wajah serta tubuh bagian depanku ada disana.

Tuhan, apakah salah jika aku berada disini bersama mereka?

Apakah aku terlalu merepotkan mereka?

Sekarang, di usiaku yang sudah bukan anak kecil lagi, aku bisa merasakan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya terhadapku..

Sayang sekali, aku tahu semuanya. Bagaimana cara mereka melihatku, bagaimana cara mereka berbicara kepadaku. Tuhan, sungguh aku sulit menemukan ketulusan yang ada di dalam diri mereka.

Apakah aku duri dalam daging? Apakah aku ini yang namanya parasit?

Aku tidak pernah menilai diriku sendiri seperti itu sebelumnya. Tapi, apa yang mereka lakukan dan perlihatkan kepadaku, seolah menunjukkan bahwa aku ada disini, saat ini adalah suatu hal yang sangat tidak dikehendaki. Aku ini unwanted.

Mereka boleh saja mengelak bahkan menggertakku karena aku seperti sedang menuduh mereka. Tapi, aku mengatakan ini karena aku tahu yang aku rasakan saat ini.

Perasaan sakit yang selalu aku abaikan dan selalu berusaha kuubah menjadi perasaan senang. Apabila masih belum terasa menyenangkan, akan kubuat menjadi biasa-biasa saja. Aku memang jarang mempedulikan ngilu di hatiku yang acap kali timbul saat bersitegang dengan mereka. Aku hanya ingin semuanya baik-baik dan berjalan seperti sedia kala.

Aku tidak pandai dalam hal konfrontasi. Aku memilih diam dan menyingkir. Tapi lama kelamaan, rasa sakit yang menggunung menyebabkanku harus memalingkan muka dan berusaha mencegah air mata ini keluar. Gumpalan besar seperti mendesak keluar dari dada. Itu amarahku. Aku berusaha menahannya. Kumohon jangan sampai ia berhasil menjebol pertahananku. Aku tidak mau ada yang tersakiti…

Kesabaranku ternyata sudah mencapai titik akhir. Aku merasakan mataku memanas dan aku tidak lagi berdaya. Inikah yang terjadi apabila aku terlalu lama diam, menyingkir, melupakan hal-hal sumber kesakitanku serta meyakini bahwa semuanya baik-baik saja? Tuhan, aku disini tidak tahu lagi harus bagaimana. Masihkah aku ada di hati mereka? Masihkah aku ada di pikiran mereka? Masihkah mereka melihatku?

Dan maukah mereka mencoba untuk lebih memahamiku? Aku belum menemukan jawabannya..

Kuikuti hatiku. Aku akan memilih diam dan mencoba bertahan lagi…entah berapa lama aku akan seperti ini…

08.25 pm

from Dira’s private room

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s