LITTLE NOTE: From my little journey [Yogya-Merapi, May 2013]

ninsss 1

Setelah sekian bulan vakum ngisi blog akhirnya dapet juga kesempatan buat nulis lagi. Semoga tulisan kali bisa dibilang lebih baik daripada yang sebelum-sebelumnya.

To the point aja ya, jadi bulan Mei lalu saya dan keluarga menginjakkan kaki di tanah kelahiran papa yaitu Yogyakarta buat menuhin suatu acara. Dan besoknya, di hari dimana kita mau pulang ke Semarang, papa ngajak buat jalan-jalan. Tapi, karena itu diluar rencana akhirnya mobil pun jalan terus sambil berharap bisa nemu ide ‘enaknya mau kemana’.

Dan timbul ide dalam pikiran papa buat ngajak kita berburu pengetahuan di Museum Merapi. Yaudah akhirnya kita memantapkan niat buat kesana. Kebiasaan, karena belum pernah kesana sebelumnya, jelas kita bingung dan sempet nyasar. Setelah tanya kesana kemari dapet deh kita arah jalan yang bener. Tapi, ternyata yang kita tuju adalah Volcano Tour Merapi. Ini bukan museum T_T

Nah akhirnya kita mutusin buat turun dari mobil, pake topi dan bawa masker. Nggak lupa prepare kamera dan jalan-jalan buat lihat lokasi. Luar biasa banget ternyata disana. Bukan cuma rame, tapi pemandangannya juga keren. Kalau yang belum tau, Volcano Tour Merapi ini ada karena letusan Gunung Merapi taun 2010 yang mengakibatkan rumah penduduk semuanya hancur dan membawa perubahan yang luar biasa buat daerah ini. Nah kalau kalian masih penasaran dimana lokasi pastinya, ini ada di Dusun Cangkringan, Kinahrejo. Mungkin kalian bisa pakai GPS atau searching untuk melihat rute ke arah sana 🙂

Dan ini adalah foto yang saya ambil waktu pertama kali setelah turun dari mobil sambil jalan-jalan dan nungguin jeep buat tour 🙂

SONY DSC

Pemandangannya bisa bikin mood yang lagi jelek, mungkin abis diputusin atau nyesel karena udah mutusin, balik bagus lagi ^^

And…we got our jeep!!! Jeep warna merah yang kece banget sampe papa pengen ikut-ikutan beli! Sebelum tour dimulai, wajib dong kita foto-foto dulu 🙂

DSC06113-tile

Untuk sewa jeep di Volcano Tour Merapi, mereka menawarkan beberapa paket dengan harga yang beda-beda. Kalo 1,5 jam tour atau yang dikenal dengan paket Short Tour, total biaya Rp 250.000,- dan yang paling mahal adalah Rp 450.000,- dengan jarak tempuh 3 jam atau Long Tour 🙂 Disana kalian bakalan dapet brosur dan bisa milih paket wisata mana yang mau kalian ambil. Persewaan jeep disana juga beragam. Kalian bisa milih sesuai keinginan kalian dan kalo kalian lucky, kalian bisa dapet driver sekaligus tour guide yang baik dan ramah ^^ GOOD LUCK!

Oiya, kalian bisa juga berkunjung ke rumah mendiang Mbah Maridjan, Sang Juru Kunci Merapi dengan ojek yang sudah siap di tempat. Karena lokasinya yang cuma memungkinkan untuk dikunjungi dengan ojek atau motor trill, kalian harus keluar uang tambahan sekitar Rp 20.000,- untuk ojek pulang-pergi. Sedangkan untuk trill saya lupa berapa harganya. Motor trill disana, bisa dipakai untuk tour juga seperti jeep. Bagi kalian yang suka tantangan kelas ekstrem bisa cobain tour naik motor trill. Jangan khawatir buat yang nggak bisa ngendarain motor, karena ada petugas yang siaga nganterin kalian tour hehehehe.

Kondisi jalan selama tour luar biasa bahaya 🙂 kalau bukan driver ahli resiko yang ditanggung besar. Kita melewati bekas aliran arus lahar dingin dimana itu merupakan rumah penduduk. Bisa dibayangin kan betapa kasihannya mereka yang kehilangan rumah. Selama perjalanan cuma batu dan pasir yang bisa kita lihat. Oiya ada truk-truk + traktor dan kendaraan berat lainnya disana. And the weather is totally hot~~~ Jangan lupa pakai sunglasses, masker dan topi, atau kalian bisa pake helm yang sudah disiapin di jeep masing-masing ^^ Kaya yang saya pakai di bawah ini…

SONY DSC      Sunglasses, masker dan helm/topi. PENTING!

Di dalam paket wisata Short Tour yang saya pilih, ada 10 rute yang akan ditempuh. 10 rute itu adalah:

  • Basecamp
  • Kali Opak
  • Dusun Petung
  • Super Jumping Track
  • Museum Mini ‘Sisa Hartaku’
  • Batu Alien
  • Kali Gendol
  • Dusun Kaliadem
  • Hamparan material hasil erupsi di Dusun Kaliadem
  • Gumuk Petung
  • Makam massal korban erupsi Merapi

Memang tidak semua rute mengharuskan kita turun dari jeep. Driver akan memberikan tawaran apakah kita mau turun, ambil foto dan semacamnya. Jika tidak, kita bisa meneruskan perjalanan ke rute berikutnya.

Pada awal perjalanan, kita akan melewati Kali Opak. Ini adalah sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi dan pada saat terjadi lahar dingin, disinilah arus lahar dingin tersebut lewat. Dengan volume yang besar, arus lahar dingin tersebut menjadikan suatu bencana bagi desa yang berada di dekat Kali Opak. Kami melewati tengah Kali Opak dengan jeep. Dan jalur ini hanya bisa ditempuh memakai jeep atau motor trill.

Untuk Dusun Petung, disana kita bisa melihat bekas aliran lahar dingin yang menerjang 3 tahun silam. Lalu di Super Jumping Track, adalah suatu kondisi jalan dimana kita bisa merasakan adanya suatu sensasi seperti menaiki roller coaster menggunakan jeep >< seperti apa? Coba sendiri yaaaa :))

DSC06119-tile

DSC06122

Biarpun panas tapi tempat ini bagus untuk mengambil gambar hehehe

Lalu sampailah kita di objek wisata Batu Alien. Batu ini disebut batu alien karena memiliki bentuk yang sangat mirip dengan wajah manusia dan ukurannya sangat besar. Batu Alien tiba di tempatnya saat ini akibat adanya lahar dingin setelah erupsi. Terletak di tepi Kali Gendol yang dialiri lahar panas Merapi, batu ini dipercaya magis dan entah kenapa ekspresi wajah manusia pada bentuknya terlihat sedih…

DSC06128-tileSaya pun menyempatkan berfoto dengan keluarga saya di objek wisata Batu Alien dan kalian bisa lihat bagaimana bentuk serta ekspresi yang tergambar pada Batu Alien.

Pemberhentian berikutnya adalah Dusun Kaliadem. Ini adalah puncak tertinggi yang bisa dicapai oleh jeep. Sepanjang perjalanan ke Dusun Kaliadem hawanya sangat sejuk dan dusun ini dulu adalah tempat yang dikenal untuk perkemahan. Tapi saat ini, dusun ini sudah tertimbun pasir dan batu besar. Dari Dusun Kaliadem kita bisa menemukan view yang luar biasa sambil menikmati jahe atau kopi asli Merapi 🙂 di Dusun Kaliadem ini biasanya banyak wisatawan atau fotografer yang mengambil gambar. THIS ONE IS THE BEST ROUTE EVER!! SUCH A GREAT PLACE TO TAKE A PICTURE OR GET SOME FRESH AIR~~~~ LOOK AT MY PHOTOS BELOW 😀

DSC06139-tile

DSC06148

SONY DSC

DSC06147-tile

Dan gambar dibawah ini adalah Kali Opak yang saya ambil dari Dusun Kaliadem..

SONY DSCBisa dilihat alat-alat berat sedang bekerja. Dan menurut sumber yang ada, pasir-pasir dibawah sana itu masih berupa pasir panas :’) wow~~~

Setelah menikmati suasana Desa Kaliadem yang emang beneran bikin adem dan males turun, perjalanan dilanjutkan menuju Museum Mini Sisa Hartaku. Museum ini sebenarnya adalah rumah salah satu korban erupsi Gunung Merapi 2010. Bapak pemilik rumah (saya lupa namanya) meninggalkan rumah sebelum wedhus gembel atau awan panas menerjang desanya tanggal 5 November 2010. Setelah beliau kembali keatas dan menengok rumahnya, bangunannya tidak runtuh tapi barang-barang di dalamnya menjadi meleleh dan rusak. Bahkan sapi di kandang belakang pun mati kaku karena terpanggang. Saya sempat mengabadikan museum mini ini 🙂

DSC06156-tile

Bila kita lihat gambarnya mulai dari sisi kiri atas, itu adalah pintu masuk ke museum mini Sisa Hartaku. Tulang yang terpajang di dinding adalah tulang sapi yang dipelihara oleh sang pemilik rumah. Lalu di kanan atas adalah seperangkat alat makan dan peralatan dapur lainnya yang tersisa. Di kiri bawah adalah jam dinding yang menunjukkan waktu awan panas menerjang rumah tersebut pada tanggal 5 November 2010. Jarum jam pada jam dinding tersebut menempel dan tidak bisa digerakkan sama sekali :O Lalu di kanan bawah adalah koleksi gamelan yang rusak akibat awan panas. Bapak pemilik rumah bercerita step by step mengenai kejadian November 2010 yang dialami beliau dan kami semua para pengunjung yang mendengarkan cuma bisa geleng-geleng dan ngeri membayangkan hari nahas itu.

SONY DSC

Diatas adalah sepeda motor bapak pemilik museum mini yang terpanggang awan panas. Dan yang bersedia menjadi model untuk gambar kedua adalah mama saya 🙂 hehehehe.

DSC06163

Ini dia bapak pemilik rumah (sekaligus museum mini) yang saya lupa namanya hehehehe 🙂

Lalu kita kembali meneruskan perjalanan untuk kembali ke basecamp. Di perjalanan kami melewati makam massal dari para korban erupsi Gunung Merapi. Perjalanan kembali ke basecamp juga menyenangkan meskipun terselip perasaan sedih karena tour telah berakhir. Dan driver menunjukkan rumah-rumah warga yang selamat dari erupsi serta rumah-rumah baru yang dibangun untuk korban Merapi.

DSC06125-tileKita sudah tiba di basecamp dan sebelum meninggalkan jeep, saya dan keluarga tidak melewatkan berpose di kendaraan yang bikin-pengen-beli-sendiri ini 😀 dan hasilnya adalah foto diatas hohoho~

Setelah 1,5 jam tour, warung yang ada di sekitar basecamp jeep adalah tempat singgah luar biasa 😀 bisa istirahat dan ngobrol dengan ibu-ibu atau mbak-mbak pedagang yang notabene adalah para korban erupsi Merapi 2010 🙂 dan saya juga mengabadikan beberapa gambar bersama mereka ^^

DSC06180-tile

DSC06179

Nah~~ saya sekarang jadi kepengen lagi buat wisata kesana hahaha karena sejujurnya masih ada beberapa spot yang belum bisa saya kunjungi pada Mei lalu 🙂 Tapi saya berharap apa yang sudah saya tulis disini bisa memberikan informasi serta inspirasi objek wisata buat kalian 🙂 pecinta alam wajib untuk tour kesini hihi. Terima kasih sudah membaca. Semoga saya bisa share lagi perjalanan saya yang berikutnya ^^ THANKS AND BUNCH OF KISSES FOR YOU ALL :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s