TRAVEL: STAMFORD BRIDGE STADIUM, LONDON, UK

Instasize_0827150944

Saya memutukan untuk memberikan kemudahan membaca bagi para readers. Saya hanya mengcopy artikel yang sudah saya tulis sebelumnya di Kompasiana mengenai kunjungan saya ke Stamford Bridge. Dan beginilah ceritanya….

Pagi itu merupakan pagi yang cukup dingin di kawasan Hounslow, London. Pukul 10 pagi cuaca cukup membuat menggigil dan membuat saya menengok smartphone di saku mantel guna mengecek berapa suhu pagi ini. Terpampang angka 13 derajat celcius disana. Kesibukan pada pagi hari tidak mengurungkan niat saya untuk menengok ke salah satu stadium milik tim kesayangan saya di Liga Inggris, Chelsea yang berada di kawasan Fulham Road. Bersama dengan salah satu teman, kami keluar dari hotel dan berjalan menuju ke stasiun kereta bawah tanah atau yang dikenal dengan sebutan London Tube untuk menuju ke Fulham Road, tempat dimana stadium milik Chelsea FC yang dikenal dengan nama Stamford Bridge berdiri.

Tiba di stasiun Hounslow Central, kami mengambil rute Piccadilly Line menuju ke Earl’s Court. Perjalanan yang membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Dan setelah kami tiba di Earl’s Court, kami beralih ke rute hijau atau District Line dengan tujuan akhir Wimbledon. Dengan tube menuju Wimbledonlah kami akan turun di stasiun terdekat dengan Stamford Bridge yaitu Fulham Broadway. Perjalanan yang tidak memakan waktu begitu lama, sehingga kami tiba di Fulham Brodway pukul 10.10 pagi hari.

Keluar dari stasiun Underground, kami mengambil jalan ke kiri dan 50 meter di depan kami adalah Stamford Bridge yang sudah bersiap menyambut kami dengan gagah. Tidak sulit untuk menemukan lokasi stadium ini. Setelah itu kami berfoto sejenak di gerbang Stamford Bridge yang sangat melegenda di kalangan penggemar The Blues.

Hooray! Welcome to Stamford Bridge!

Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan tur di dalam stadium tim yang musim lalu memenangkan titel juara EPL ini. Dengan membayar sebesar 19 poundsterling, kami diajak berkeliling menjelajah isi stadium Chelsea serta melihat-lihat koleksi yang mereka miliki di museumnya.

Tujuan pertama tentu adalah stadion utama yang menjadi home dari tim pimpinan John Terry ini. Berikut adalah hasil jepretan yang saya abadikan dari dalam stadion.

Blue  is the colour, football is the game….

Beberapa wisatawan yang saya temui disana berasal dari Inggris sendiri dan ada juga yang dari Asia seperti Jepang, Taiwan dan Malaysia. Tur guide kami sangatlah ramah serta tampan dan ia mengijinkan kami untuk mengambil foto beberapa saat sebelum ia meminta kami duduk dan menjelaskan mengenai stadium tersebut. Dengan kapasitas 41 ribu lebih penonton, dan didominasi dengan warna biru membuat stadium ini berkesan sejuk dan menyenangkan. Di Stamford Bridge sendiri terdapat 4 stands yaitu Matthew Harding Stand, East Stand, Shed Stand dan West Stand. Setelah itu kami diajak untuk memasuki ruang ganti pemain away atau tempat untuk berganti pakaian para tim tamu.

I found you, Mr. Maldini 🙂

Di dalam ruangan ganti untuk tim tamu ini terdapat jersey-jersey milik pemain terkenal dari masing-masing tim. Seperti jersey milik Beckham, Maldini, Messi, dll. Terdapat pula ranjang serupa ranjang rumah sakit berjumlah dua yang berada di tengah ruangan. Biasanya digunakan sebagai tempat untuk beristirahat atau mengobati cedera masing-masing pemain. Lalu ada whiteboard yang digunakan oleh manager sebagai tempat menjelaskan taktik menyerang atau bertahan. Ketika pertandingan berlangsung ruangan ini akan sangat sibuk sehingga pintu yang ada di ruangan ini akan dibuka sepanjang waktu. Mengakibatkan sang manager harus berdiri di balik pintu dan menjelaskan kepada timnya taktik selanjutnya tetapi yang terlihat hanya tangannya saja. Benar-benar ya.

Setelah puas dengan ruang ganti tim tamu, maka perjalanan kami lanjutkan menuju ruang press conference. Dimana Jose Mourinho akan duduk di depan awak media dan menjelaskan kepada mereka bagaimana tanggapannya mengenai pertandingan yang berlangsung. Di press conference jugalah para pemain yang lama melakukan perpanjangan kontrak dan pemain-pemain baru yang datang untuk menandatangani kontrak baru.

Hello, I’m the new manager of Chelsea FC *giggles*

Setelah puas berfoto di ruang press conference, kami diajak untuk menuju ruang ganti para pemain Chelsea. Inilah yang paling ditunggu. Di dalam ruang ganti pemain, terdapat loke-loker dimana setiap pintu loker tersebut adalah gambar dari pemilik setiap loker. Contohnya, loker milik Ivanovic, pintunya pun bergambar dirinya. Setiap gambar yang ada di pintu loker adalah pose-pose para pemain saat tengah berlaga di lapangan. Pada saat pertandingan selesai atau break disitu akan menjadi tempat berkumpul para pemain Chelsea dan menurut informasi para pemain Chelsea akan duduk mengelompok, lalu terjadi percakapan yang menarik. Misalkan para pemain akan berkumpul berdasarkan asal negaranya. Bisa juga para pemain akan berbaur dan ada pemain yang menjadi penerjemah bagi pemain lainnya. Suasana di ruang ganti pemain amat menyenangkan. Di seberang ruang ganti pemain terdapat mini kitchen dimana biasa digunakan oleh para pemain maupun manager tim untuk membuat kopi dan sebagainya.

Guess who’s the owner of these lockers! 🙂
Don’t wanna move a bit…

Selesai dari ruang ganti pemain, rupanya berakhir juga rangkaian tur ini. Kami berjalan menuju Chelsea Megastore dimana kami bisa membeli pernak-pernik Chelsea FC yang asli dan membeli original jersey mereka yang terbaru (ukuran dewasa around 83 poundsterling). Tidak lupa juga kami mendapatkan sertifikat atas keikutsertaan kami dalam tur di Stamford Bridge ini ( gonna post the sertificate later if you really wanna see that). Setelah puas berbelanja di Megastore, maka destinasi yang tidak boleh dilewatkan adalah MUSEUM! Sayangnya karena waktu yang mendesak, saya dan teman saya tidak bisa mengambil foto di area museum. Kami hanya sempat melihat-lihat dan mengagumi trophy yang disimpan disana. Saya benar-benar ingin kembali lagi kesana :)))

PS: Terselip doa untuk seluruh fans Chelsea FC yang ada di Indonesia dan masih memendam impian untuk menginjakkan kakinya langsung di Stamford Bridge, jangan pernah matikan mimpi itu. Kelak suatu hari nanti giliran kalian yang bercerita mengenai keseruan ketika berkunjung ke kandang The Blues!

PSS:  Jika kalian ingin melakukan tour di Stamford Bridge, alangkah lebih baik apabila melakukan book via online melalui website resmi Chelsea FC karena harga yang ditawarkan pun menjadi lebih rendah (online: 19 poundsterling, on the spot: 22 poundsterling. Further info: CHELSEA FC OFFICIAL WEB). Terdapat beberapa pilihan dan jenis paket tour, segala informasi mendetail terdapat di sana termasuk tanggal/hari tour dapat dilaksanakan atau close serta pilihan jam untuk mengikuti tour yang bisa dipilih sesuai keinginan sendiri. Jika anda lebih nyaman untuk membaca dengan bentuk hard cover, hampir di setiap hotel yang berada di London, anda akan menemukan brosur untuk tour di Stamford Bridge. Don’t worry! ^^

See you again, Chels!!!

Salam hangat,

Anindya Indira – Fans Chelsea yang berusaha tidak galau ketika melihat klasemen BPL 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s