London in Rainy Days [and You Need to Buy an Umbrella]

1440746498435
Under my umbrella..ella…ella…

Mendadak kepikiran nulis soal ini sebelum saya cerita lebih lanjut soal yang lainnya hihihi. Pengalaman ini saya alami ketika saya berkesempatan berkunjung ke London bulan Agustus lalu.

Pagi itu kurang lebih pukul 9 pagi waktu setempat, cuaca di negara Ratu Elizabeth itu terbilang kurang bagus. Sejak pagi hawa dingin sudah terasa dan gerimis kecil-kecil pun menemani sarapan pagi saya di hotel. Saya bertolak dari kawasan Hounslow untuk menuju ke London Central menggunakan subway khas negara Inggris atau yang biasa kita sebut denganย undergroundย (penjelasan mengenai subway disana akan saya jelaskan di tulisan berikutnya). Sesampainya saya di Westminster Underground Station, cuaca buruk pun benar-benar melanda London. Hujan deras, saudara-saudara. Dan saya ternyata lupa untuk membawa payung. Saya tiba di Westminster Underground Station kurang lebih pukul 10 pagi kalau saya tidak salah lihat jam di Menara Big Ben waktu itu. Saya tidak menemukan convenience store satupun di daerah sekitar dekat dengan underground station. Saya tidak yakin akan menerabas hujan untuk sightseeing di London kala itu. Akhirnya beberapa teman menyarankan untuk mencari toko di dalam underground station. Saya pun kembali ke dalam underground station dan ternyata disana hanya terdapat satu toko. Anyway, I’ve bought some band-aid and that was a bit expensive ๐Ÿ˜‚ jadi band-aid alias plester di toko itu dijual dengan harga kurang lebih ยฃ6.00 loh. Wow! Kalau di Indonesia jelas dengan harga tersebut kita bisa beli sekotak lengkap perlengkapan P3K hahahahaha. Penjualnya agak kaget ngeliat saya balik ke tokonya dan dia nanya saya butuh apa lagi. Saya tanya dong apakah di tokonya ada payung. Dan ternyata ada! Payung lipat mini warna hitam polos yang sangat compatible dibawa kemana mana, dijual dengan harga ยฃ14.99 dan I had no choice saat itu. Saya putuskan untuk membeli payung tersebut supaya kalau hujan saya tetap aman. Saya pun keluar dari underground station dengan payung baru saya.

Tidak lama setelah itu hujan mulai mereda dan kami segera mencari bus stop untuk naik ke hop on hop off bus. Cukup berguna juga karena ketika saya sedang turun di salah satu bus stop untuk hop on hop off bus (ini juga akan saya jelaskan nanti di tulisan berikutnya), hujan kembali deras. Tepat pukul 1 siang saya memutuskan untuk menyegarkan mata saya di kawasan Oxford Street. Saya memilih untuk masuk ke salah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kalangan wanita UK, yaitu Primark. Well, harga barang disana relatif murah. Dan perhatian saya langsung tertuju ke rak yang menjual payung. Saya iseng melihat-lihat dan…….REALITY BIT ME SO HARD. Harga payung yang dijual di Primark tidak ada yang lebih dari ยฃ5.00 ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ dan mereka memiliki beberapa motif serta warna yang lebih beragam. Payung yang serupa dengan milik saya pun juga ada. Setelah itu saya coba cek ke beberapa toko yang ada di sekitar situ seperti Crest of London dan toko-toko lainnya, mereka pun menjual payung dengan harga tidak diatas ยฃ10.00! Well said, kalau boleh meminjam istilah Bahasa Jawa, saya keblondrok dengan membeli payung di underground station :”)))) jadi temen-temen yang mengalami kehujanan di London dan lupa membawa payung lebih baik berdiam diri sejenak di underground station atau temukan convenience store terdekat!

  • Usahakan mencari toko terdekat di luar stasiun underground ๐Ÿ˜Š
  • Kalau tidak ada tunggu aja deh di dalem stasiun. Not bad sambil liatin kesibukan orang-orang yang lalu lalang
  • Toko-toko di underground station biasanya nggak banyak jadi harga yang dipatok itu tinggi
  • Summer in London itu semu. Bawa payung selalu!

Nah tapi, sebenarnya toko di underground nggak mengubah harga. Dia menjual sesuai dengan harga yang ditetapkan pabrik. Terbukti di payung saya memang ada labelnya dengan merk XXX, yang saya lupa merk apa tetapi dia cukup populer untuk barang-barang “bawa kemana aja-able” dan disitu terdapat tulisan ยฃ14.99 ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ jadi barang yang diperdagangkan disana memang cenderung mahal. Tapi saya tidak menemukan label harga pabrik di band-aid yang saya beli. Sehingga kesimpulannya tetap harga barang di underground’s stores masih lebih tinggi dibanding dengan toko biasa di luar station.

PS: Sampai saya dan beberapa teman menjuluki payung tersebut adalah “the most expensive umbrella we’ve ever known.” Ewww hahaha semoga ini pertanda juga saya bisa kembali ke London lagi suatu hari nanti ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Aamiin!

Ciao~ salam dari penulis yang sedang menyibukkan diri dengan bab 4 skripsi :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s